Telah lama aku mendengar cerita kenikmatan nasi Kotaraja di Lombok Timur. Di suatu pagi yang masih sepi, aku dan suami melaju dari Kota Mataram menuju Kotaraja. Kita berniat untuk sarapan dengan nasi Kotaraja.

Pagi yang sepi seolah berbanding terbalik dengan suasana sebuah warung nasi yang ukurannya tak terlalu luas. Warung nasi Kotaraja milik Hj. Sumiatun ini telah ramai pengunjung. Semua pengunjung terlihat lahap menyantap nasi yang tersedia. Tak banyak yang bicara atau besenda gurau layaknya warung-warung pinggir jalan lainnya.

penikmat nasi kotaraja

orang-orang begitu menikmati hidangan nasi kotaraja

Aku cukup heran dan bertanya-tanya dalam hati, “ Seenak apakah nasi Kotaraja ini?”. Tak sabar, aku langsung memesan seporsi nasi Kotaraja. Pertama kali yang terpikir dalam benakku saat nasi itu dihidangkan adalah porsinya yang sedikit. Dengan porsi sedikit itu, porsi nasi jauh lebih banyak daripada lauk yang tersedia.

Bagi anda pecinta wisata kuliner, jangan lewatkan 16 Kuliner khas lombok yang wajib anda cicipi saat mengunjugi Lombok.

Aku mulai menyantap nasi Kutaraja, dan dari suapan pertama aku tahu mengapa semua pengunjung begitu serius saat makan. Perpaduan rasa bumbu rempah-rempah yang kuat mulai menghadirkan kenikmatan di lidahku. Lauk jangan rarit menjadi lauk yang pertama aku makan. Jangan rarit adalah daging sapi yang dicampur dengan bumbu dan dijemur. Setelah itu digeprek dan digoreng. Rasa jangan rarit membawaku pada memori masa kecil ketika ibuku selalu membuat jangan rarit sisa daging lebaran. Saat itu Jangan rarit seolah menjadi sajian berkelas bagi kami yang tinggal di kampung.

jangan rarit

Jangan rarit adalah salah satu lauk yang tersaji di nasi kotaraja

Nasi, jangan rarit, dan rawon memiliki kenikmatan rasa yang pas saat berpadu dengan pedasnya sambal sebie. Sambal sebie khas Lombok terkenal sangat pedas karena berbahan dasar cabai rawit hijau. Tak terasa lauk yang tersedia sudah habis tapi nasi masih tersisa. Suamiku pernah bilang bahwa keunikan nasi Kotaraja itu ketika pembeli selalu menghabiskan lauk terlebih dahulu, akan tetapi sisa nasi akan habis meski tanpa lauk. Kekuatan rasa kuah rawon yang bercampur dengan nasi cukup untuk membuat kita sanggup menghabiskan nasi.

sambel sebie khas lombok

Sambel Sebie khas lombok, sambal yang terbuat dari cabai hijau

rawon

Jika pembeli membutuhkan tambahan lauk, warung nasi di Kotaraja juga menyediakan beberapa lauk tambahan. Kerupuk kulit yang diproduksi di daerah Masbagik Lombok Timur menjadi pilihanku sementara suamiku mengambil telur pindang. Selain itu tersedia juga kripik paru yang lezat.

pemilik warung nasi kuta raja

Hj. Sumiatun pemilik warung nasi kotaraja

Selesai makan, aku menghampiri Hj. Sumiatun pemilik warung nasi Kotaraja. Ia bercerita bahwa warung nasi tersebut merupakan warisan dari keluarganya. Terhitung sudah 25 tahun warung tersebut berdiri. Mereka telah memiliki pelanggan setia yang berasal dari daerah di sekitar Lombok Timur. Warung nasi Kutaraja ini juga sering didatangi pembeli dari Kota Mataram bahkan wisatawan yang berasal dari luar Lombok. Dalam satu hari Hj. Sumiatun bisa menghabiskan 50 kg beras saking banyaknya pembeli.

Jangan lupa mencicipi 8 Jajanan Khas lombok

Jika anda berkunjung ke wilayah Lombok Timur, sempatkanlah mampir dan memcicipi kelezatan nasi Kotaraja. Hidangan sederhana yang kelezatanya juara.

Pin It on Pinterest

Shares
Share This