Selamat tahun baru 2017 dari kami team Sasambotour. Melangkah bersama resolusi dan harapan untuk hidup ke depan tentu tak membuat kita lupa akan kisah-kisah indah di tahun 2016. Ada banyak cerita perjalanan yang akan selalu tersimpan dalam kenangan maupun foto-foto. Perjalanan bersama keluarga selalu menjadi moment yang berharga dan sulit terlupa. Traveling bersama bisa merekatkan ikatan cinta di antara anggota keluarga. Pada kesempatan ini, kami ingin menhadirkan momen serunya liburan bersama keluarga di lombok.

Selama tahun 2016, team Sasambotour telah menemani banyak keluarga untuk menikmati keindahan Pulau Lombok. Dalam tulisan kali ini kami akan menceritakan  kisah prjalanan beberapa keluarga saat berlibur di Pulau Lombok. “Liburan ke Lombok, memang serunya bersama keluarga.

Menikmati Pesona Bukit Mereseq, keluarga Nor Fadzilah dari Malaysia

liburan keluarga di lombok

Keluarga Nor Fadzilah. Liburan bersama keluarga di Lombok. Adlina kecil mengambil gambar ibu dan bapaknya di bukit merese

Bukit Mereseq sering menjadi spot favorit bagi wisatawan yang berlibur ke Pulau Lombok. Bukit-bukit kecil yang menyajikan pemandangan laut serta pantai di sekelilingnya membuat banyak orang takjub, tak terkecuali keluarga Nor Fadzilah. Ia datang ke Lombok bersama suami dan anaknya yang berusia sekitar 5 tahun bernama Adlina.

Awalnya beliau agak berat untuk mendaki bukit mereseq. Akan tetapi, saat melihat hamparan pasir putih Pantai Tanjung Aan dari atas bukit, beliau terlihat begitu bahagia. Rasa lelah terbayar lunas begitu melihat pemandangan yang tersaji. Saat itu siang cukup terik, tetapi di atas Bukit Mereseq angin sepoi-sepoi bertiup meluruhkan penat. Adlina berlari-lari kecil menikmati suasana.

Mereka mengambil foto untuk mengabadikan moment. Puas menikmati keindahan Bukit Mereseq, mereka turun ke Pantai Tanjung Aan. Adlina dengan riang berenang di pantai sambil bermain pasir. Hingga pukul 3 sore ia tak ingin beranjak dari pantai. Ia terus asyik menikmati air laut yang tenang sambil bermain di pasir Pantai Tanjung Aan yang unik dengan bentuk merica. Sesekali ia tertawa kecil karena geli saat pasir pantai menyentuh kaki mungilnya.


Snorkling di Gili Petelu Bersama Keluarga Pak Falah dari Majalengka.

pantai segui

Keluarga pak Falah sangat menikmati berenang di pantai Segui, air laut yang begitu bening dan bersih

Berlibur ke Pulau Lombok akan terasa kurang lengkap tanpa menjelajah keindahan gili sambil snorkling. Selain Gili Trawangan, Air, dan Meno ada ratusan Gili yang mengelilingi Pulau Lombok. Di wilayah Lombok Timur ada beberapa Gili yang terkenal yaitu Gili  Pasir, Gili Petelu, dan Gili Sunut.

Pagi-pagi sekali team Sasambotour dan keluarga Pak Falah berangkat dari Kota Mataram menuju pelabuhan Tanjung Luar di wilayah Keruak, Lombok Timur. Dua jam perjalanan terasa lama karena mereka tak sabar ingin snorkling bersama ikan-ikan di Gili Petelu.

Pelabuhan Tanjung Luar dulunya hanya pelabuhan ikan yang digunakan oleh para nelayan. Geliat pariwisata mulai terlihat sekitar pertengahan tahun 2014 saat wisatawan mulai penasaran dengan keindahan gili-gili di daerah tersebut. Kini hampir setiap hari selalu ada wisatawan yang datang menyewa perahu milik nelayan untuk berkeliling.

Kami menaiki perahu, ombak tenang membuat kami bisa menikmati suasana. Sekitar lima menit di atas perahu, tampak Gili kere, Gili Kambing, dan Gili Maringkik. Gili Maringkik merupakan satu-satunya Gili yang berpenghuni di wilayah ini. Karena air laut sedang pasang, perahu yang kami tumpangi dapat melewati perairan antara Gili Maringkik dan Gili Kambing. Jika air surut, kedua Gili tersebut terhubung oleh pasir putih yang seolah membelah lautan.

Berenang di pantai segui

Air laut yang bening, pasir putih bersih, sepi dan masih sangat alami, menjadikan pantai segui layak disebut sebagai syurga tersembunyi

Deretan pantai dengan pasir putih menjadi pemandangan yang membuat keluarga Pak Falah begitu bahagia. Ceca putri beliau begitu menggilai pantai sehingga perjalanan kali ini membuatnya begitu riang. Sekitar 45 menit di atas perahu, kami singgah di Pantai Segui atau yang dikenal dengan nama Pantai Pink 2. Pantai dengan pasir putih agak pink dengan tekstur halus seperti tepung. Air laut di Pantai Segui sangat jernih dengan warna tosca. Berenang di Pantai Segui tak dilewatkan oleh mereka. ” Ya Allah indah sekali pantai ini, coba ya pantai ini bisa dipindahkan ke Majalengka,” celoteh Ceca yang membuat kami semua tertawa.

Puas berenang di Pantai Segui, kami melanjutkan perjalanan menuju Gili Petelu. Gili yang terdiri dari dua pulau kecil yang terhubung oleh pasir putih. Jika air laut pasang, kedua pulau kecil tersebut seperti dua Gili yang terpisah. Di sekitar Gili Petelu merupakan habitat berbagai jenis ikan. Awalnya mereka ragu untuk turun karena arus yang cukup kuat. Tapi dengan memakai pelampung akhirnya mereka semua turun dan begitu bahagia berenang bersama ikan-ikan yang jinak. “Ikannya banyak dan cantik,” ungkap mbak Rosy sambil memberi makan ikan-ikan tersebut dengan remah-remah roti.

snorkling di gili petelu snorkling di gili petelu

Matahari telah tepat di atas kepala. Rasa lapar mulai terasa sehingga kami memutuskan untuk menuju Pantai Tangsi atau yang populer dengan Pantai Pink. Boat man telah menyediakan seafood untuk menu makan siang kami. Ikan bakar, cumi goreng, kepiting dan lobster kuah kuning, dan tak ketinggalan pelecing kangkung. Kami semua lahap menyantap hidangan sambil melihat keindahan pantai. What a beautiful journey.

Kami memilih beristirahat di Pantai Tangsi sambil menunggu air laut surut di sekitar Gili Pasir. Meski cuaca cukup terik di wilayah ini tapi tak menyurutkan keinginan untuk menikmati keindahan pantai. Ceca dan Bu Nani memilih menyewa ban dan berenang sambil mengambil foto. Kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajah mereka.

Snorkling di Gili Petelu ternyata belum membuat mereka puas sehingga kami memilih melanjutkan perjalanan ke Gili Gambir. Perairan Gili Gambir memiliki keindahan terumbu karang yang menyerupai akuarium alami. Snorkling di sini harus dengan hati-hati agar tidak menginjak terumbu karang. Para boat man tidak diperbolehkan menurunkan jangkar perahu karena bisa merusak karang yang ada.

Mereka enggan beranjak dari Gili Gambir tapi kami harus kembali karena cuaca agak mendung. Kami singgah di Gili Pasir sebelum kembali ke pelabuhan. Gili Pasir merupakan pasir putih di tengah laut yang muncul saat air laut surut. ” Wah, ini seperti di Maldive.” ucap Iput. Di sekitar Gili Pasir kita bisa melihat banyak bintang laut.

Waktu mengharuskan kami untuk beranjak dari keindahan Gili Pasir. Ceca merasa berat untuk pergi dari pesona pasir yang ia sukai. Perjalanan Pak Falah dan keluarga begitu berkesan hari itu. Liburan bersama keluarga di Lombok memang pastinya seru.

Menikmati Pesona Sembalun, Keluarga Ibu Widya dari Solo

bukit selong sembalun

Menikmati pesina keindahan lembah sembalun bersama keluarga ibu Widya

Pesona Pegunungan Sembalun semakin terkenal setelah Sembalun terpilih menjadi world best halal honeymoon destination tahun 2016. Tidak hanya pasangan yang baru menikah yang ingin melihat keindahan Sembalun, keluarga yang telah lama menikah juga tak ketinggalan termasuk Keluarga Ibu Widya yang berasal dari Solo.

Pagi itu kami menuju Sembalun melewati jalur Lombok Timur. Setelah tiga jam perjalanan barulah kami sampai di Pusuk Sembalun. Suasana telah ramai oleh para pengunjung. Anak-anak tertawa lepas sambil melihat kera yang berlarian kesana kemari sambil menggendong anaknya yang mungil. Beberapa pengunjung memberi monyet tersebut makan. Dayu, putri Ibu Widya begitu bahagia melihat monyet. Ia tertawa melihat tingkah polah monyet tersebut. Ia berusaha mengambil posisi agar bisa berfoto bersama monyet.

kera jinak di pusuk sembalun

Kawanan kera jinak di pusuk sembalun

Keindahan Pusuk Sembalun dengan hamparan sawah yang dikelilingi deretan pegunungan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Melihat rumah-rumah penduduk dari kejauhan seolah terisolasi oleh bebukitan hijau. Kami berjalan menuju spot foto yang baru dibuat oleh masyarakat Sembalun. Traveling memang tidak terlepas dari foto dan hal tersebut menjadi peluang dalam pengelolaan destinasi pariwisata.

wisata pusuk sembalun

Pusuk Sembalun bisa dikatakan sebagai pintu gerbang bagi pesona Sembalun secara keseluruhan. Kami melanjutkan perjalanan menuju perkampungan Sembalun dan mampir di kebun strawberry milik warga. Sayang sekali strawbery sedang tak berbuah karena bunganya rusak oleh hujan. Daerah Sembalun memiliki tanah yang subur dengan komoditas sayur mayur.

pusuk sembalun

Sesampainya kami di Sembalun Lawang, kami langsung menuju Bukit Selong. Ibu Widya sangat menyukai pemandangan pegunungan, ia terlihat bahagia saat melihat keindahan petak sawah penduduk dari atas Bukit Selong. Tepat di depan Bukit Selong, kami juga melihat keindahan Bukit Pergasingan yang puncaknya ditutupi kabut. Di bawah Bukit Selong juga terdapat Kampung Adat Beleq yang merupakan rumah adat peninggalan leluhur masyarakat Sembalun. Keindahan alam berpadu dengan keunikan budaya dapat kami nikmati dari atas Bukit Selong. Dayu yang menyukai kekhasan budaya daerah juga sangat menikmati perjalanan kali ini.

desa adat beleq sembalun

photo dengan latar belakang desa adat beleq sembalun

Gerimis mulai turun di Sembalun sehingga kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Senaru, Lombok Utara. Keindahan Tebing  Kelep adalah destinasi tujuan kami selanjutnya.

Liburan bersama keluarga di lombok dijamin seru dan menyenangkan, sebagian besar dari keluarga ini ingin kembali suatu saat untuk menikmati pesona wisata yang ada di pulau lombok.

Sebenarnya ada beberapa keluarga lagi yang ingin kami ceritakan kisah perjalanan mereka pada postingan ini, semoga dilain waktu bisa kami tambahkan. Demikian, semoga tulisan ini bisa menginspirasi anda dan keluarga untuk pergi liburan bersama. Liburan bersama keluarga di lombok, bersama sasambo Tour | Wisata lombok sumbawa.