Anda pernah mendengar orang mengepel lantai rumah dengan kotoran sapi?. Atau pernahkah anda membaca kisah orang menikah dengan cara diculik?. Atau pernahkah anda melihat proses pembuatan kain tenun khas suku sasak Lombok?. Iyaps, semua hal unik tersebut akan anda temukan di sebuah kampung adat yang terdapat di Pulau Lombok yakni Kampung adat Sade Lombok.

kamung-sade-lombok

Penampakan kampung adat sade. Rumah-rumah beratap ilalang dan berbahan dasar kayu dan bambu

Kampung Adat Sade terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, anda hanya membutuhkan sekitar 20 menit perjalanan dari Bandara Internasional Lombok sebagai gerbang utama untuk memasuki pulau Lombok yang eksotis. Posisi kampung adat Sade yang terletak di pinggir jalan besar menuju pantai Kuta tidak menjadikan masyarakat kampung tersebut tergerus arus globalisasi.

Di Kampung adat Sade Lombok, anda bisa melihat Rumah Adat Suku Sasak dengan arsitektur yang unik. Rumah adat tersebut dinamakan bale tani. Atap rumah terbuat dari ilalang kering, pagar rumah dari anyaman bambu, dan lantai rumah dari tanah. Rumah adat tidak menggunakan paku, masyarakat memakai tali ijuk atau tali yang terbuat dari bambu tali. Keunikan dari rumah adat ini adalah lantainya biasa dipel dengan menggunakan kotoran sapi atau kotoran kerbau yang masih basah. Hal tersebut sering membuat heran para wisatawan yang berkunjung.

tenun-sasak-sade

Inilah kegiatan sehari-hari ibu rumah tangga di sade. Menenun sudah menjadi keahlia ibu ini sejak masih gadis

Mungkin anda berpikir bahwa rumah adat tersebut akan berbau. Akan tetapi, setelah kotoran sapi atau kerbau tersebut kering, tidak ada bau yang akan muncul. Proses tersebut bertujuan untuk membuat lantai tetap hangat karena biasanya masyarakat Sade tidak tidur di atas dipan melaikan hanya beralaskan tikar. Tujuan lain dari proses tersebut adalah untuk membuat kontur lantai tanah menjadi lebih kuat dan tidak cepat rusak.

Keunikan lain dari Kampung Adat Sade Lombok adalah masyarakatnya masih sangat kental dalam mempertahankan adat istiadat suku sasak. Salah satu adat istiadat tersebut adalah proses pernikahan.

Di masyarakat suku sasak terkenal istilah merariq atau kawin lari. Prosesi pernikahan diawali dengan proses penculikan si wanita oleh si pria.

Tapi proses penculikan tidak seektrim yang dibayangkan orang-orang pada umumnya. Sebebnarnya yang dimaksud dengan menculik disni adalah si wanita dibawa ke rumah si pria tanpa sepengetahuan orang tua si wanita dan prosesnya harus dilakukan pada malam hari. Jika hal tersebut dilakukan pada siang hari maka akan terkena sangsi adat yang berlaku.

Keesokan harinya, barulah pihak keluarga laki-laki mengabarkan kepada orangtua perempuan bahwa anaknya baik-baik saja dan meminta orangtua perempuan sebagai wali untuk menikahkan anaknya. Pengantin perempaun tidak boleh datang ke rumah orangtua si wanita hingga acara nyongkolan.

Acara nyongkolan ini biasanya cukup menyedot perhatian para wisatawan yang berkunjung ke Lombok karena penganti diarak dengan menggunakan pakaian adat serta diiringi gendang beleq.

anak-anak-desa-sade

Anak-anak sade terutama perempuan jarang bisa bersekolah. Mereka tidak berani bermimpi. Ketentuan adat mengharuskan mereka untuk menjadi penenun

Perempuan di kampung Sade Lombok jarang yang memiliki pendidikan tinggi. Hal tersebut dikarenakan jarang mereka diizinkan keluar dari kampung. Mereka sejak kecil belajar menenun. Ada aturan tak tertulis yang masih dipegang oleh perempuan Sade dimana mereka tidak boleh menikah sebelum mereka mahir menenun. Tak heran jika mereka bisa menenun sejak usia SD.

Di Kampung Adat Sade Lombok, anda bisa melihat bagaimana cara mengolah kapas sehingga bisa menjadi benang yang digunakan sebagai bahan menenun kain. Bukan proses yang mudah tentunya. So, penasaran dengan keunikan kampung adat Sade?.

Let’s get lost with us!

Dapatkan photo-photo kerren desa sade dan berabgai objek wisata di Lombok dengan tetap berlangganan artikel di sasambo Tour. Subscribe sekarang

Image Galery Desa Sade

Pin It on Pinterest

Shares
Share This