Pariwisata bukan hanya tentang angka kunjungan wisatawan, tapi pariwisata juga tentang kepul asap dapur  penjual oleh-oleh di sudut Pantai Kuta. Pariwisata bukan hanya tentang penuhnya kamar-kamar hotel nan mewah, tapi pariwisata juga tentang sekilo beras untuk tukang parkir di Pantai Pink nun di sana. Ya, pariwisata adalah jalan tercepat untuk membuat masyarakat NTB sejahtera. Setidaknya itulah yang disampaikan oleh Siti Chotijah dalam acara workshop dan jumpa blogger Lombok Sumbawa pada tanggal 10 September 2016.

Blogger Lombok Sumbawa memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya promosi pariwisata daerah. Di era digital seperti saat ini dimana arus informasi begitu mudah diakses hanya lewat smartphone, promosi pariwisata daerah sudah harus meninggalkan gaya lama. Jika dahulu promosi pariwisata lebih banyak dengan brosur dan baliho, maka saatnya pemerintah lebih bermain di dunia digital.

Promosi pariwisata yang tanpa sekat ruang dan waktu  bisa dikuasai dengan menghimpun para penulis aktif di blog. Dampak dan jangkauan yang sangat luas dari promosi wisata bisa dicapai dengan sangat cepat. Misalnya, tulisan saya tentang kuliner di Lombok yang pernah diakses oleh 1000 orang hanya dalam satu hari. Promosi wisata lewat blog juga dapat menghemat anggaran promosi pariwisata yang harus dikeluarkan oleh pemerintah setiap tahunnya.

Acara jumpa blogger yang diadakan di Hotel Santika Mataram juga di hadiri oleh ketua Disbudpar NTB H.LALU MOH.FAOZAL, S.Sos, M.Si. Dalam acara tersebut beliau menyampaikan tentang konsep pariwisata halal yang kini diusung oleh pemerintah. Mungkin ada banyak pertanyaan di kalangan masyarakat tentang pariwisata halal. Apakah Pulau Lombok akan seperti aceh?. Ketua Disbudpar dengan gamblang menjelaskan bahwa konsep pariwisata halal di Pulau Lombok tidaklah sama dengan yang di Aceh. Pariwisata halal yang di Pulau Lombok hanya sebatas penyediaan hotel dan tempat makan yang ramah terhadap wisatawan muslim.

Beberapa hal yang dilakukan pemerintah sebagai pendukung kesiapan NTB sebagai destinasi halal adalah sebagai berikut:

  1. Perda pariwisata halal yang telah disahkan pada bulan maret tahun 2016.
  2. Sertifikasi dan standarisasi halal bagi 100 hotel serta restaurant di tahun 2016.
  3. Pemberian dana stimulan sebesar 1 milyar untuk sertifikasi usaha ekonomi halal
  4. Kerjasama Disbudpar provinsi NTB dan MUI untuk sertifikasi makanan halal yang disajikan oleh hotel dan restaurant.

Dengan persiapan di atas diharapkan para wisatawan muslim yang datang ke Pulau Lombok akan merasa lebih nyaman. Ketersediaan hotel halal dengan ciri tidak menyediakan alkohol, memiliki mushola sebagai tempat ibadah, ketersediaan perlengkapan sholat serta arah kiblat di dalam kamar hotel diharapkan menjadi pendukung pariwisata halal. Untuk destinasi pariwisata halal, beliau menyampaikan beberapa destinasi yang telah disepakati oleh ASITA NTB antara lain: Desa Sade, Islamic Center, Masjid Karang Bayan di Lingsar, Jurang Malang Lombok Tengah, Air Terjun Benang Kelambu, Gili Nanggu, Gili Sudak, dan Gili Kedis.

Promosi pariwisata lombok sumbawa

Penjelasan tentang pariwisata halal dari Kepala Dinas BUDPAR NTB H.LALU MOH.FAOZAL, S.Sos, M.Si

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Disbudpar provinsi NTB juga mengharapkan peran serta para blogger Lombok Sumbawa dalam mempromosikan pariwisata halal di NTB. Prestasi yang diraih oleh Pulau Lombok dalam ajang halal award tingkat internasional sebagai world best halal destination dan world best honeymoon destination telah mengantar Pulau Lombok menjadi pusat perhatian wisatawan muslim dari seluruh dunia. Beliau berharap blogger Lombok Sumbawa dapat bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan informasi kepada para wisatawan.

Workshop Blogger Lombok Sumbawa juga menghadirkan seorang blogger senior yaitu Yusran Darmawan. Dalam materinya, Yusran menyampaikan beberapa tips terkait tentang kepenulisan. Menurutnya untuk menghadirkan ruh dalam sebuah tulisan di blog, maka harus ada komponen 3 W dalam tulisan tersebut.

  1. What happened. Seorang blogger bisa menulis kejadian di masa lampau atau bisa juga menuliskan tentang analisa kejadian di masa depan. Dalam dunia travel writer seringkali kita hanya fokus pada apa yang terjadi saat itu saja sehingga tulisan kita kurang mendalam.
  2. What does it mean. Seorang blogger bisa menuliskan fakta obyektif maupun fakta yang bersifat subyektif. Blogger bisa memperkaya tulisan dengan menuliskan hasil wawancara dengan orang-orang yang ditemui di lokasi.
  3. What should I do. Tulisan yang baik menurut Yusran adalah tulisan yang solutif dimana penulis menampilkan hasil analisis yang lebih mendalam terhadap sebuah peristiwa.
Promosi Pariwisata Lombok Sumbawa

Yusran Darmawan hadir selaku pemateri workshop blogger Lombok Sumbawa

Yusran juga menegaskan kepada para Blogger Lombok Sumbawa bahwa Konten is King. Hal tersebut akan membuat penulis lebih fokus pada perbaikan kualitas tulisan dari hari ke hari. Banyaknya blog yang menyajikan info hoax dimana hanya berorientasi pada klik iklan hanya akan merusak kualitas blog itu sendiri. Ia mengatakan bahwa, blog itu ibarat rumah bagi penulisnya maka hadirkanlah sesuatu yang bagus untuk para pengunjung.

promosi pariwisata lombok sumbawa

Terakhir ia menutup dengan sebuah quote “ Menulis adalah perjalanan. Maka jadikan perjalanan itu lebih penting daripada ceritanya

Pin It on Pinterest

Shares
Share This